Indonesia menjadi tim paling sedikit kebobolan di Piala AFF 2010. Meski begitu, eks pelatih Malaysia B. Sathianathan Malaysia menilai bahwa pertahanan merupakan titik lemah dari tim Garuda.
Dilansir dari situs resmi turnamen, Indonesia merupakan tim yang paling sedikit kebobolan sejauh ini. Hanya ada dua gol yang bersarang di gawang Indonesia.
Meski begitu mantan pelatih Malaysia B. Sathianathan menilai bahwa minimnya jumlah gol yang diderita tim Merah Putih bukan sebuah bukti bahwa pertahanan Indonesia sudah bagus.
"Saya dengan yakin mengatakan bahwa Malaysia mampu meraih hasil bagus di final, karena sudah memiliki modal untuk itu. Indonesia bisa rapuh di pertahanan dan Indonesia bisa dikalahkan," kata Sathianathan dikutip dari The Star Online.
Ucapan Sathianathan bisa menjadi masukan bagi Indonesia, yang memang diakui pelatih Alfred Riedl masih belum bagus di barisan pertahanannya.
Gol Malaysia yang bersarang ke gawang Indonesia dalam laga grup berawal dari barisan belakang yang kurang sempurna dalam melakukan penjagaan. Dalam beberapa kesempatan, kiper Markus Horison juga sempat mis-komunikasi dengan pemain belakang.
Pihak Malaysia sendiri mengincar kemenangan besar atas Indonesia di leg pertama babak final yang digelar di Stadion Bukit Jalil 26 Desember mendatang.
Wakil Presiden Federasi Sepakbola Malaysia (FAM) memprediksi Harimau Malaya bisa menang 3-0. Sementara itu mantan pemain Malaysia Santokh Singh berharap Malaysia bisa menang dengan selisih dua gol.
"Malaysia harus menang dengan selisih dua gol di kandang dan bermain aman di leg kedua," ujar Santokh.
Sumber: www.detiksport.com
Foto: Hamka Hamzah (Reuters)
Hari ini timnas berangkat ke Malaysia untuk melakoni leg pertama laga final Piala AFF. Demi keselamatan dan kesuksesan Tim Garuda, keluarga pemain sayap Timnas, M. Ridwan menggelar doa bersama.
Acara doa bersama digelar selama kurang lebih satu jam di rumah orang tua M. Ridwan, Tambakan IV, RT 3 RW VII, Kelurahan Kaligawe, Gayamsari, Semarang. Ayah dan ibu Ridwan, Pawit Hartono dan Sri Suparmi serta dua adik tampak diantara sejumlah tetangga yang hadir di acara yang sederhana itu.
"Intinya, kami berdoa agar Ridwan dan rekan-rekan setim selamat dan sukses di sana (Malaysia)," kata ayah Ridwan, Pawit.
Selain keluarga, kata Pawit, warga sekitar juga sangat bangga terhadap Ridwan. Pasalnya, dari kampung kecil itu, lahir pemain timnas yang berperan dalam kejuaraan sepak bola se-Asia Tenggara.
"Lusa, kami pasti nonton bareng di sini. Kemarin-kemarin (penyisihan dan seminal) juga begitu," ungkapnya.
Pawit berharap, meski keluarga tak bisa ikut mendukung di stadion, Ridwan bisa menampilkan permainan terbaiknya. Dengan melihat penampilan sebelumnya, Pawit yakin timnas mampu memetik kemenangan atas Malaysia.
Ridwan merupakan anak pertama dari tiga bersaudara. Sedari kecil, ia sudah menunjukkan bakatnya dalam mengolah si kulit bundar. Oleh orang tuanya, ia dimasukkan SSB Tugu Muda, kemudian direkrut ke PSIS Yunior, dan akhirnya melanglang ke berbagai klub di Liga Indonesia.
Winger Indonesia itu mempunyai seorang istri dan tiga orang anak. Karena sudah bisa mandiri, Ridwan tinggal terpisah dengan orang tuanya. Keluarga Ridwan menempati rumah di Kawasan Sambiroto, Semarang.
Sumber: www.detiksport.com
Foto: M. Ridwan (detiksport/ M.Resha Pratama)
